Sabtu, 23 Agustus 2014



Dari Pinocchio

 happy4childs.blogspot.com        Cerita Anak -  Saat sedang menuju sekolah suatu hari, si bocah kayu kecil, Pinokio, bertemu dua orang jahat yang meyakinkannya untuk bergabung dengan kelompok pertunjukan boneka. Pinokio tampil di panggung dan membuat takjub penonton karena menari tanpa tali.


         Malam itu, Pinokio tak sabar ingin pulang dan memberitahu ayahnya, sang pemahat Gepeto, tentang pertunjukannya.


        “Pulang?” kata Sromboli sang dalang, sambil menyeringai. “Lucu sekali.”

happy4childs.blogspot.comIa meraih tubuh Pinokio dan melemparkannya ke dalam sangkar burung. Lalu mengunci gemboknya dan meninggalkan Pinokio seorang diri di bagian belakang kereta.


        Sesaat kemudian, Jimmy Jangkrik berhasil mengejar kereta itu dan melompat ke belakang. “Seharusnya aku mengawasimu,” kata Jimmy yang telah ditunjuk oleh Peri Biru untuk menjadi hati nurani Pinokio.


        Pinokio dan Jimmy menatap ke luar  kereta kearah langit yang disinari cahaya bintang. Sebuah bintang berpendar terang dan mulai melesat turun menuju kereta. Sinar bintang yang berputar-putar itu terhenti di depan sangkar Pinokio, lalu muncullah Peri Biru.


“Hei, Pinokio,” katanya. “Mengapa kau tidak bersekolah?”


“Ya, begini,” jawab Pinokio pelan, “tadinya aku bermaksud ke sekolah, tapi aku bertemu seseoarang…”


“Bertemu seseorang?” kata Peri Biru.


“Benar,” lanjut Pinokio. “Dua monster besar dengan mata hijau melotot!”


“Kau tidak takut?” Tanya Peri Biru.


“Tidak, Bu,” jawab Pinokio tandas. “Tapi, mereka mengikatku dalam karung besar!”


“Masa…?” Tanya Peri Biru serius.


happy4childs.blogspot.com
       Pinokio terus berbohong, dan setiap kali ia berbohong, hidung kayunya bertambah panjang. Hidung itu terus memanjang, sampai menjulur ke luar sangkar dan di ujungnya tumbuh daun. Di antara dedaunan itu ada sarang burung, berisi satu keluarga burung.


“Lihat, hidungku!” teriak Pinokio. “Kenapa hidungku?”


“Mungkin kau tidak mengatakan yang sebenarnya, Pinokio,” kata Peri Biru. “Begini, sebuah kebohonganakan bertambah besar sampai terlihat sejelas hidung di wajahmu.”


Pinokio ketakutan. “Aku takkan pernah berbohong lagi. Aku berjanji!”


      “Aku akan memaafkanmu sekali ini,” kata Peri Biru. “Tapi, ini terakhir kalinya aku bisa menolongmu. Ingat, seorang bocah yang tak mau jadi anak baik mungkin lebih baik tetap jadi kayu.”

Peri Biru mengetuk hidung Pinokio dengan tongkat ajaibnya, lalu ia menghilang.


         Hidung Pinokio kembali normal, dan kunci gembok sangkar secara ajaib terbuka sendiri. Pinokio bebas mengejar impiannya menjadi seorang anak sungguhan. Impian itu akan menjadi kenyataan selama ia tetap jujur.



#Kebohongan yang dikatakan untuk menghindari sebuah masalah biasanya menciptakan lebih banyak masalah#

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Find Me!!