Sabtu, 16 Agustus 2014



Dari The Fox and the Hound

       
 Cerita Anak -  Dari sarangnya di pohon ek tua, burung hantu bijaksana bernama Big Mama menyaksikan seluruh peristiwa sedih itu.

Happy4childs.blogspo.comIa sedang bersiap-siap untuk tidur ketika seekor induk rubah yang ketakutan menerjang ke luar hutan. Di mulutnya ada bayi rubah yang baru lahir.

            Sang induk cepat-cepat menyembunyikan bayinya di tengah semak rumput tinggi di dekat pagar, lalu berlari kencang melintasi padang. Ia di kejar sekawanan anjing pemburu yang tak hentinya menggonggong buas.

            Beberapa saat kemudian, Big Mama mendengar tembakan senapan. Ia tahu bahwa sekarang bayi rubah itu sendirian di dunia.
            Big Mama terbang turun menghampirinya. “Anak yang malang,” katanya menghibur, sambil membelai bulunya. Tubuh bayi rubah itu menggigil. “Kau membutuhkan perawatan.”

            Bayi rubah itu menempel ke dada Big Mama yang lembut.
“Oh, tidak! Bukan aku, sayang.” Big Mama tertawa. “Tapi, tunggu di sini. Big Mama akan segera kembali.”
            Ia terbang mencari teman-temannya, Boomer dan Dinky. Ia menemukan mereka di pohon tak jauh dari sana. Mereka sedang mencoba menggali keluar seekor cacing bandel dari dalam lubangnya.
“Boomer!” Big Mama memanggil si burung pelatuk. “Berhenti mematuk dan dengarkan. Aku perlu bantuanmu dan Dinky.”

Ia bercerita tentang sang bayi rubah dan induknya.
“Ya ampun,” celetuk Boomer, “siapa yanga akan merawatnya?”
Dinky sang burung gereja mengibaskan bulunya.
“Hei! Aku punya akal!” teriaknya. 
“Janda Tweed hidup seorang diri. Dia mungkin akan senang merawat si bayi rubah. Begini caranya…”

Beberapa menit kemudian, rencana mereka sudah matang. Boomer mengetuk pintu rumah pertanian janda Tweed.
            “Siapa?” teriak janda Tweed, sambil membuka pintu dan melihat sekeliling. Tapi, tak ada siapa-siapa di sana.
http://happy4childs.blogspot.com/            Tepat ia akan menutup pintu, Big Mama dan Dinky melesat terbang dan menyambar baju dalamnya yang berwarna pink dari tali jemuran.

“Hei!” teriak janda Tweed. “Kembalikan bajuku!”
Ia berlari keluar rumah mengejar kedua burung itu. Mereka menjatuhkan baju dalamnya tepat dekat pagar.
            Ketika janda Tweed memungut baju dalamnya, ia kaget melihat ada binatang kecil berbulu mendekam dalam rumput.

            “Ya ampun, ini bayi rubah,” bisiknya.
Ia membungkuk, dan makhluk mungil itu berdiri serta berjalan tertatih-tatih menghampirinya.
Mata janda Tweed berkaca-kaca. “Kau lucu sekali,” katanya sambil terkekeh pelan. “Kurasa aku akan memanggilmu Tod.

              Lalu, dengan lembut ia membungkus bayi rubah itu dalam celemeknya dan membawanya ke dalam rumah.

#Dua jiwa yang kesepian bisa menjadi sebuah keluarga yang bahagia#
Share this article :

1 komentar:

Find Me!!