Dari Three Little
Pigs
Cerita Anak _ Zaman dahulu kala, tiga
ekor babi kecil tinggal di tepi hutan. Mereka bersaudara, dan nama mereka
adalah Fifer Pig, Fiddler Pig, dan Practical Pig. Tak ada yang lebih disukai
Fifer dan Fiddler selain menyanyi dan menari sepanjang hari. Saudara mereka
Practical lebih bersifat, yah, praktis. Menyanyi dan menari sih boleh-boleh
saja, pikirnya, tapi mereka tak boleh lupa bahwa serigala jahat tinggal di
hutan dekat rumah mereka.
Ketika tiba saatnya ketiga
bersaudara itu membangun rumah, Fifer dan Fiddler tak mau bersusah payah.
Mereka dengan cepat membangun gubuk seadanya, satu terbuat dari jerami dan satu
lagi dari kayu. Mereka tertawa ketika melihat Practical bekerja keras membangun
rumahnya dari batu bata yang kokoh.
“Kita harus
berhati-hati,” Practical memperingatkan mereka. “Serigala bisa setiap saat
datang, lalu apa yang terjadi?” “Ha!” ejek Fifer dan Fiddler. Mereka menari dan
bermain music, tapi Practical terus bekerja sampai akhirnya rumah batanya yang
kuat selesai dibangun.
Persis seperti yang
dikhawatirkan Practical, sang serigala tak lama kemudian tahu tentang ketiga
babi gemuk yang tinggal di tepi hutan. Ia langsung mengunjungi ketiga
bersaudara itu.
“Babi kecil, babi
kecil, biakan aku masuk!” gonggong serigala itu.
“Tidak! Serigala jahat
tak boleh masuk!” pekik Fifer Pig.
“Kalau begitu, aku akan
meniup dan menghembus dan merobohkan rumahmu!”
Dan ternyata benar, sang
serigala meniup roboh rumah jerami itu. Fifer lari ke rumah Fiddler, dan sang
serigala pun tak lama kemudian mengikutinya.
“Babi kecil, babi
kecil, biarkan aku masuk!”
“Tidak! Serigala jahat
tak boleh masuk!” pekik kadua babi itu. Dan, demikianlah, sang serigala juga
dengan mudah meniup robah rumah kayu itu.
Dengan cepat kedua babi
yang ketakutan itu lari kerumah Practical
.
“Babi kecil, babi
kecil, biarakan aku masuk!” liling sang serigala lapar.
“Tidak! Serigala jahat
tak boleh masuk!”pekik ketiga babi itu. Kali ini, tiupan sang serigala tak bisa
merobohkan dinding rumah bata yang kokoh.
Tapi, sang serigala
tidak menyerah. Para babi mendengarnya memanjat dinding ke atap rumah. Karena
itu, mereka menyalakan api dan memasak air di belanga besar.
Tiba-tiba, mereka
mendengar sang serigala merosot menuruni lubang cerobong. Ia pun tercebur ke
dalam air mendidih di belanga.
“AAAUUW!” pekik
serigala itu. Ia langsung meloncat lagi keluar cerobong dan berlari pulang ke
hutan, tak pernah terlihat lagi.
Tapi, untuk
berjaga-jaga, keesokan harinya Fifer dan Fiddler langsung membangun rumah bata baru
untuk mereka sendiri.
#Mengambil jalan
keluar termudah biasanya malah memperburuk keadaan#
Baca Juga :
0 komentar:
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.